Puisi dari Komsan "rumah"
“Rumah” — Tentang Tempat Pulang yang Tidak Selalu Berupa Bangunan
KOMSAN IAIN Pontianak kembali menghadirkan sebuah karya tulisan berjudul “Rumah”, sebuah puisi reflektif yang membahas makna rumah bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang pulang bagi hati dan jiwa.
Rumah
"Kadang rumah tak selalu mewah
Namun hangatnya tak terganti
Karena cinta tinggal di dalamnya
Dan rindu selalu kembali
Rumah yang pelukan
tak meminta alasan
Tempat hati menemukan tenang
Dan jiwa belajar bertahan
Tempat yang dikala rasa luruh sendu
Menggebu mulai menguasai diri
Namun kami tak pernah kenal lelah,
Tetapi rasa benak cinta mengabadikan
Untuk terus bertahan, tentang mimpi,dan
Luka yang tersimpan diam dalam jiwa
Di sana kami belajar
Bahwa pulang tak selalu tentang rumah
Kadang ia hadir dalam kekeluargaan,saudara
Setiap candaan tawa menghapus resah.
Lalu, seni datang tanpa suara
Membakar rahsa
bagi jiwa-jiwa yang lelah diterjemahkan dunia.
Di panggung kecil bernama cahaya,
gugup tumbuh menjadi keberanian.
Lampu-lampu menggantung
bagai bulan di langit perasaan,
sedang langkah-langkah yang bergetar
menjelma doa dalam pertunjukan.
Di sana, tawa, luka, dan harapan
duduk dalam satu kursi kenangan.
Sebab panggung bukan sekadar tempat tampil
melainkan rumah
bagi hati yang ingin didengar
tanpa banyak bicara.
Tetapi,
Rumah inilah sesungguhnya bukan
sekadar dinding yang berdiri kokoh,
melainkan pelukan yang tak pernah pergi.
Ia menyimpan tawa di sela senja,
dan doa-doa yang tumbuh tanpa suara.
Kelak saat waktu memisahkan langkah,
rumah tetap tinggal di dalam jiwa
menjadi arah bagi hati yang lelah,
dan tempat pulang bagi rindu yang tak pernah usai."
Melalui tulisan ini, “rumah” digambarkan sebagai sesuatu yang sederhana namun penuh kehangatan. Bukan tentang kemewahan atau bentuk fisik semata, melainkan tentang cinta, kebersamaan, dan rasa tenang yang tumbuh di dalamnya.
Puisi ini juga menggambarkan bagaimana rumah dapat hadir dalam bentuk kekeluargaan, persaudaraan, hingga ruang seni yang mempertemukan banyak perasaan dalam satu tempat yang sama.
Dalam bait-baitnya, seni dan panggung digambarkan sebagai rumah bagi jiwa-jiwa yang ingin didengar. Rasa gugup, harapan, luka, hingga keberanian tumbuh menjadi satu kesatuan di bawah cahaya panggung pertunjukan.
Karya ini menjadi pengingat bahwa “pulang” tidak selalu berarti kembali ke sebuah bangunan. Kadang, rumah hadir dalam pelukan, kenangan, tawa, dan orang-orang yang membuat kita merasa diterima.
Melalui karya seperti ini, KOMSAN terus berupaya menjadikan seni sebagai ruang refleksi, ekspresi, dan tempat berbagi cerita bagi banyak orang.
- Instagram : @teater_komsan
- Facebook : KOMSAN IAIN PONTIANAK
- Youtube : KOMSAN IAIN PONTIANAK
- Tiktok : teater__komsan
- Blog : komsanteater27april.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar