Workshop Penyutradaraan Dorong Regenerasi Pegiat Teater di Pontianak

Pontianak, 9 November 2025  Semangat melestarikan seni peran di Kalimantan Barat terus bergelora. Hari ini, Minggu (9/11/2025), sebanyak 50 peserta dari berbagai latar belakang—pelajar dan mahasiswa turut hadir di PORT 99 tepatnya Jalan Kom Yos Soedarso Jeruju Pontianak, untuk mengikuti “Workshop Penyutradaraan” dalam rangkaian kegiatan “Sepekan Teater Pontianak” yang diselenggarakan oleh Langkau Etnika.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB ini bertujuan memperkuat fondasi kreativitas dan kompetensi dasar para pegiat teater lokal, khususnya dalam bidang penyutradaraan elemen sentral yang kerap menjadi tulang punggung pertunjukan teater.

Sebagai pemateri utama, hadir Dhafi Yunanda, S.Sn., sutradara ulung yang dikenal aktif di berbagai festival seni baik lokal maupun nasional. Dengan pendekatan interaktif dan penuh pengalaman lapangan, Dhafi memandu peserta memahami prinsip dasar penyutradaraan mulai dari interpretasi naskah, blocking panggung, hingga pembentukan visi artistik yang utuh.

“Menyutradarai bukan hanya soal mengarahkan pemain, tapi membangun dunia di atas panggung yang bisa menyentuh pikiran dan hati penonton,” ujar Dhafi dalam salah satu sesi diskusi.

Salah satu kontingen peserta terbanyak datang dari Komunitas Santri (KOMSAN) IAIN Pontianak yang mengirimkan 11 anggotanya. Muhammad Irvan, selaku Ketua KOMSAN, mengungkapkan bahwa keikutsertaan mereka merupakan bagian dari komitmen santri dalam merangkul seni sebagai medium dakwah dan ekspresi budaya.

“Kami percaya, teater bisa menjadi jembatan dialog antara tradisi, agama, dan seni kontemporer. Workshop seperti ini membuka wawasan baru bagi kami,” kata Irvan.

Abdul Karim, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Komunitas Santri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons terhadap minimnya pelatihan teknis di ranah teater lokal. “Banyak talenta muda di Pontianak, tapi mereka butuh ruang dan bimbingan. Kami ingin mendorong regenerasi sekaligus memperkuat ekosistem teater yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.

PORT 99, yang selama ini dikenal sebagai ruang kreatif alternatif di Pontianak, menjadi saksi semangat kolaborasi antargenerasi. Peserta tak hanya berasal dari KOMSAN, tetapi juga dari berbagai sanggar teater di Pontianak, seperti Sanggar Teater Sarang Semut, Teater Oikosnomos, dan Teater Tembak, Teater Terbit 12

Di pengujung hari, suasana hangat dan penuh antusiasme masih terasa. Beberapa peserta bahkan berdiskusi lanjut dengan pemateri. Dengan diadakannya workshop ini, Langkau Etnika berharap tidak hanya melahirkan sutradara-sutradara baru, tetapi juga memupuk sikap saling menguatkan di antara komunitas seni teater Pontianak sebab di balik setiap panggung, ada ratusan ide, mimpi, dan kerja kolektif yang layak dihargai.

Penulis: Ibrahim Malik

Editor: Humas KOMSAN








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rapat Anggota Komsan

HUT Komsan (ke-30) IAIN Pontianak